Sore itu tim tercintaku berlaga untuk pertandingan ketiga melawan Persiram Raja Empat. Telak! Persija menang dengan skor 0-6. Selisih goal yang sangat luar bisa untuk dipertontonkan, dan mungkin akan menjadi musim terseru. Persija mengalami perombakan yang cukup ketat, layak crop dalam editing foto. Sangat waw. Seruku! Persija yang dulu digauli oleyh beberapa pemain yang memeiliki icons antara lain adalah Aliyudin, M Ilham kini malah terbalik, mereka memilih untuk bergabung dengan tim lain. Entah, mungkin itu ulah PSSI yang sangat terlampau lama dalam menyelesaikan hiruk pikuk masalah yang sering terjadi bahkan kerap kali muncul.
Sudah lama aku tak menonton tim ku dengan permainan yang cukup bagus seperti ini. Oh ya, hampir lupa. Persija kini memiliki pemain-pemain muda yang berbakat. Banyak pemaiin muda yang membuat Persija naksir akan kehebatan dalam menguasai bidang bola. Hal itulah yang membuat Persija, mengamb8il beberapa pemain berkelas yang nantinya akan diasah dan akan menjadi icon pada persepakbolaan INDONESIA.
Distatusku kemarin aku mengatakan "Bicara sepakbola, bicara juga tentang emosi. Bicara tentang wasit, bicara juga tentang kejujuran. Bicara tentang PSSI sama saja bicara dengan kentut, dateng2 bikin ribut. Dan bicara tentang Jakarta, Jakarta itu 1, bukan EFCI."
Mengapa demikian ? Pertama, setiap pertandingan pasti selalu dibubuhi rasa emosi. Emosi akan keputusan dan emosi akan kegagalan yang nantinya akan cenderung membuat kefrustasian. Kedua, kadang kita menemukan kejujuran disetiap permainan bahakan sangat jarang. Mungkin untuk sesi kejujuran, lebih baik deserahkan kepada diri sendiri saja yang melakoni. Ketiga, oh kita mulai membahasa PSSI yang semakin laam semakin kacau, hanya mengobral janji dengan memamerkan suara-suara disetiap penjuru agar terpilih. Itu sudah jelas pasti. Namun hasilnya NOL BESAR. PSSI kebanyakan bicara tentang masalah-masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan. Tapi apa ? PSSI kini mulai tak berarturan, oh aku minta maaf jika aku menyakiti hati para pengisi kursi PSSI. Ini nyata, kami semua masih menuntut janji dari ucapajn diujung bibir Bapak-Bapak. Keempat, Persija itu Jakarta, dan Jkarta itu 1, kalau belum tau aku tulis SATU! Persija bangkit dari era yang jauh-jauh ahri telah dipersiapkan hingga menembus umur 83. Betapa tuanya umur tim yang satu ini. Sedangkan EFCI ? setahun saja mungkin belum genap. Ini Jakarta, bukan derby Jakarta. Yang anmanya perwakilan itu pasti ada satu. Ingat selebrasi Ramdhani saat mampu membobol gawang dari Persiram Raja Empat ? lihat dia mencium lambang Persija dan menunjukkan gerakan tangan menyerupai angka satu ? Lihat dia betapa sumringah mukanya melakukan selebrasi seperti itu ? Itu adalah tanda bahwa Jakarta itu satu!
Kick off pertama ditutup dengan skor 3-0 oleh persija. Masing-masing pemain mampu melewati gawang lawan, Robertino, Bambang dan Johan Juansyah. Goal terakhir menutup kick off babak pertama. Komentator sungguh membubuhkan kemenarikan saat Persija bermain. Goal-goal berlangsung sangat cepat. Dan kokohnya pertahanan Persija masih belum mampu memberikan peluang-peluang yang cukucp menantang gawang andre.
Lanjut pada babak kedua, masing-masing tim mulai memburu bola yang terkadang jatuh dikaki lawan. Passing-passing pendek yang masih bisa terbaca para pemain Persija. Begitu lemahnya pertahanan Persiram. Bisa dilihat betapa penuh emosinya pemain persiram akan tingkah laku sekorang pemain Persija. Beberapa sleding keras dilakukan Persiram saat permainan mulai memuncak. Tidak hanya Persiram, Persija pun begitu. Menit-menit rawan, Persija mampu mencetak skor lagi yang keempat, kelima dan keenam. Oleh Ramdhani, Ismed (pemain lama) dan Rahmat. Ketiga ini mampu memberikan goal yang menarik. Yang paling membuat menarik adalah tendangan diluar kotak pinalty Persiram. Ismed mempunyao eksekusi bola yang cukup bagus. Bola itu mengarah pada tiang jauh, yang menyebabkan kipper lawan sulit untuk mencapai kehadiran bola yang sangat deras datangnya. Alhasil, goal pun bersarang ditim Persiram. Musim ini, Persiram, masih memegang 11 poin kebobolan. Cukup lumayan banyak ya. Dan yang terbanyaka adalah dari Persija.
SUPORTER. Pesta pastinya buat para Jakers di tanah air. Dan aku pun merasakan euforianya walau hanya dalam layar televisi. Permainan kali ini cukup memberiku semangat akan keesokan harinya yang masih menjalani UAS. Semangat ini, aku gendong. Semangat pemain dan semangat suporter. Walau harus mendapat sedikit kendala, namun kali ini keberuntungan Persija mencipratiku sampai hari ini. Sungguh Persija memberikan hidup baru bagi yang mencintainya.
Mengenal Persija, mengenal tentang usaha, semangat, kebersamaa, kerinduan, kecintaan, kebhagiaan, dan segala hal yang mampu membuat kebahagiaan disatu sisi.
"Ayo PERSIJA macan kemayoran, tunjukkan taringmu, taklukan lawanmu. Kami the jak mania selalu mendukungmu. PERSIJA.. PERSIJA.. Juara"
SEDIKIT CATATAN KECIL :
Pemain Muda.
Persija terbilang memiliki pemain muda yang cukup banyak. Namun, pemain muda mesih belum terlihat. Mungkin hanya seberapa dari yang pernah menjadi pemain inti. Harapan ku kedepan semoga pemain muda bisa ditambah porsi bermainnya dengan melakukan pergantian pemain, dan memasukkan pemain muda baru. Kurang lebih 15 menit dibabak menit-menit terakhir. Dari situ pasti akan ada penilaian tersendiri bagi pelatih untuk mpertimbangkan eksistensi dalam situsi permainan selanjutnya. Kuranga lebih seperti itu.
PERSIJA 1928